Senin, 22 Juni 2015

simetri bunga (kelompok 4)




Simetri Pada Bunga

Simetri adalah  sifat suatu benda atau bahan yang juga biasa disebut untuk bagian-bagian tubuh tumbuhan (batang, daun, maupun bunga), jika benda tadi oleh sebuah bidang dapat dibagi menjadi  dua bagian  sedemikian rupa sehingga kedua bagian itu dapat saling menutupi. Jadi, seandainya bidang itu kita jadikan tempat untuk melipat, maka benda tadi dapat dijadilan suatu benda yang setangkup atau simetris. Bunga sebagai suatu bagian tubuh tumbuhan dapat pula mempunyai sifat simetris.
                Berdasarkan bidang simetrinya, bunga terbagi atas :
  1. Asimetris
Bunga yang tidak memiliki bidang simetri, contohnya bunga tasbih (Canna hybrida Hort.).
  1.  Setangkup tunggal (monosimetris atau zygomorphus)
Bunga yang hanya memiliki satu bidang simetri yang membagi bunga menjadi dua bagian yang setangkup.   Sifat ini ditunjukkan dengan lambang   ­  (anak panah).  Bergantung pada letaknya bidang simetri, bunga yang setangkup tunggal dapat dibedakan menjadi 3 macam:
          Setangkup tegak, jika bidang simetrinya berimpit dengan bidang median, misalnya bunga telang (Clitoria ternatea L.)

          Setangkup mendatar, jika bidang simetrinya tegak lurus pada bidang median, dan tegak lurus pula pada arah vertikal, misalnya bunga Corydalis.

          Setangkup miring, jika bidang simetrinya memotong bidang median dengan sudut yang lebih kecil/ lebih besar dari , misalnya bunga kecubung (Datura metel L.)

  1. Setangkup menurut dua bidang atau ganda (bilateral simetris atau disimetris)
Bidang bunga dapat dibuat dua bagian yang setangkup menurut  dua bidang simetris yang tegak lurus satu sama lain, contonya bunga lobak (Raphanus sativus L.)

  1. Beraturan atau simetri banyak (polysimetris atau actinomorphus)
Bunga memiliki banyak bidang simetris, contohnya bunga lilia gereja (Lilium longifolium Thumb.).  Sifat ini ditunjukkan dengan tanda  *  (bintang).

DIAGRAM BUNGA
        Suatu gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-bagiannya. Terdapat 2 macam diagram bunga :
a. Diagram bunga empirik, yaitu diagram bunga yang hanya memuat bagian-bagian bunga yang benar-benar ada/ menggambarkan keadaan bunga yang sesungguhnya.
b. Diagram teoretik, yaitu diagram bunga yang selain menggambarkan bagian-bagian bunga yang sesungguhnya, juga memuat bagian-bagain yang sudah tidak ada lagi, tetapi menurut teori seharusnya ada.

















Cara membuat diagram bunga
        Ketika kita hendak membuat diagram bunga, kita harus memperhatikan hal-hal berikut:
          Letak bunga pada tumbuhan. Dalam hubungannya dengan perencanaan suatu diagram, kita hanya membedakan dua macam letak bunga:
        Bunga pada ujung batang atau cabang (flos etrminalis)
        Bunga yang terdapat dalam ketiak daun (flos axillaris)
          Bagian-bagian bunga yang akan kita buat diagram tadi tersusun dalam berapa lingkaran.
        Jika dari bunga yang hendak kita buat diagramnya telah kita tentukan kedua hal tersebut kita mulai dengan
  1. Membuat lingkaran yang konsentris sesuai dengan jumlah lingkaran tempat duduk bagian-bagian bunganya.
  2. Buat garis tegak lurus (vertikal) melalui titik pusitu yang  lingkaran-lingkaran yang konsentris.
  3. Untuk bunga diketiak daun menggambarkan bidang yang dibuat melalui sumbu bunga, sumbu batang yang mendukung bunga itu, dan tengah-tengah ( poros bujur) daun, yang dari ketiaknya muncul bunga tadi bidang ini di sebut bidang median pada garis di sebelah atas lingkaran yang terluar di gambarkan secara skematik penampang melintang batang ( digambar sebagai lingkaran kecil) dan di sebelah bawahnya gambar skematik daun pelindungnya.
  4. Pada lingkaran lingkarannya berturut turut dari luar kedalam di gambar daun-daun kelopak, daun daun tajuk, benang sari , putik, dan yang terakhir penampang melintang bakal buah.
Rumus Bunga
Lambang-lambang, huruf-huruf dan angka-angka yang dapat memberikan gambaran mengenai berbagai sifat bunga beserta bagian-bagiannya. Rumus bunga ditunjukkan oleh :
1.  Kelopak;  dinyatakan dengan huruf   K   singkatan Kalix.
2.  Tajuk atau mahkota;  dinyatakan dengan huruf   C   singkatan corolla.
3.  Benang sari; dinyatakan dengan huruf  A  singkatan androecium.
4.  Putik;  dinyatakan dengan huruf  G  singkatan gynaecium.
5. Jika kelopak dan mahkota sama bentuk maupun warnanya maka untuk menyatakan bagian tersebut kita gunakan huruf  P  singkatan  perigonium. 
6. Bersimetri banyak (actinomorphus) *
7. Bersimetri satu (zigomorphus) ↑
8. gamosepal/gamopetal ( )
9. Jika bagian-bagian bunga terdiri dari dua lingkaran ....+....
10. Bakal buah menumpang, dibawah angka yng menunjukkan bagian daun buah dibuat suatu garis
11. Bakal buah teggelam, diatas angka yang menunjukka bagian daun buah dibuat suatu garis

12. Jika jumlah bagian-bagian bunga lebih dari 10 diberi tanda ~
        Bunga berkelamin betina
        Bunga berkelamin jantan
        Bunga hermaproditus (banci)
Contoh rumus bunga :
   
-            Suku Graminae (Poaceae), misalnya padi (Oryza sativa)
♂♀↑ K1 + (2), C2 + 0, A3, G
-          Suku Cannaceae, misalnya bunga tasbih (Canna indica)
♂♀↑ K3, C3, A5, G(3)
-     Suku Orchidaceae, misalnya anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis), yang hanya menempel satu benang sari yang subur, dan anggrek kasut (Cypripedium javanicum), yang mempunyai dua benang sari yang subur:
♂♀↑ P3 + 3, A1 + 0, G (3) (Phalaenopsis)
♂♀↑ P3 + 3, A0 + 2, G (3) (Cypripedium
-          Suku Liliaceae, misalnya kembang sungsang (Gloriosa superba)
♂♀P3 + 3, A3 + 3, G (3) (Cypripedium
-          Suku Papilionaceae, misalnya orok-orok, kembang telang (Clitoria tarnatea)
♂♀↑ K (3), C5, A1 + (9), G 
-          Suku malvaceae, misalnya kapas (Gossypium sp), waru (Hibiscus tiliaceus)
♂♀K (5), [C5, A (~)], G (5) 

pertanyaan dan jawaban
1.      Bagaimana cara menggambarkan diagram teoristik, jika benang sarinya hilang bagaimana cara menggambarkannya dan rumusannya seperti apa? Jawab:
Jika secara visual benang sarinya terdapat tiga buah sedangkan secara teori benang sarinya terdapat 4 buah maka benang sari yang hilang tersebut digambarkan dengan lambang bintang dan untuk membuat rumusan bunganya disesuaikan dengan tujuannya apakah ingin menggunakan yang secara visual ataukah secara teoritis.
2.      Jelaskan Diagram Bunga!
Jawab:                                                                                                            
Lingkaran pertama pada diagram bunga adalah kelopak, kedua mahkota, ketiga benang sari, dan keempat putik. Amati apakah bunga tersebut duduk bunganya di ketiak daun apakah hanya diujung, apabila diketiak daun ditukiskan dengan lambang bulat dan apakah memiliki bracteola atau tidak.Kemudian amati penampang melintang batangnya, kemudian amati jumlah kelopaknya dan apakah berlekatan atau tidak (jika tidak berlekatan maka gambarnya tidak boleh menempel), lalu amati jumlah mahkotanya, kemudian jumlah benang sari dan apakah letaknya menumpang atau tenggelam. Dan amati putiknya kemudian gambarkan
3.       Apakah ada dalam satu bunga yang memikiki putik lebih dari satu?Jelaskan!
Jawab:
Ada, contohnya pada bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) yang memiliki 5 putik,
4.      Bagaimana proses /tahapan dalam pembuatan diagram bunga?
Jawab:  
Jika dari bunga yang hendak kita buat diagramnya telah kita tentukan kedua hal tersebut, kita mulai dengan membuat sejumlah lingkaran yang konsentris, sesuai dengan jumlah lingkaran tempat duduk bagian-bagian bunganya, kemudian melalui titik pusat lingkaran-lingkaran yag konsentris itu kita buat garis tegak lurus (vertikal). Untuk bunga di ketiak daun, garis itu menggambarkan bidang yang dapat dibuat melalui sumbu bunga, sumbu batang yang mendukung bunga itu, dan tengah-tengah (poros bujur) daun, yang dari ketiaknya muncul buga tadi. Bidang ini disebut bidang median. Pada garis yang menggambarkan bidang median itu di sebelah atas lingkaran yang terluar digambarkan secara skematik penampang melintang batang (digambar sebagai lingkaran kecil), dan di sebelah bawahnya gambar skematik daun pelindungnya. Pada lingkaran-lingkarannya sendiri berturut-turut dari luar ke dalam digambar daundaun kelopak, daun-daun tajuk, benang sari, dan yang terakhir penampang melintang bakal buah. Dalam menggambar bagian-bagian bunganya sendiri harus diperhatikan ialah:
a.       Berapa jumlah masing-masing bagian bunga tadi
b.      Bagaimana susunannya terhadap sesamanya (misalnya daun kelopak yang satu dengan yang      lain): bebas  satu sama lain, bersentuhan tepinya, berlekatan, atau lain lagi.
c.       Bagaimana susunannya terhadap bagian-bagian bunga yang lain (daun-daun kelopak terhadap daun-daun tajuk bunga, benang sari, dan daun-daun buah penyusun putiknya): berhadapan atau   berseling,


Selasa, 26 Mei 2015

bagian--bagian bunga


Bagian-Bagian Bunga





Dasar Bunga (Receptaculum atau Torus)



Dasar bunga adalah ujung batang yang terhenti pertunbuhannya,biasanya    menebal atau melebar,dan menjadi pendukung bagian-bagian bunga yang merupakan metamorfosis daun,yaitu kelopak,tajuk bunga,benang sari,dan putik. Karena terhentinya pertumbuhan batang,ruas-ruasnya menjadi amat pendek. Oleh sebab itu bagian-bagian bunga yang berasal dari daun lalu tersusun amat rapat satu sama lain,hanya pada beberapa macam bunga saja masih tampak beruas-ruas,misalnya pada bunga cempaka (Michelia champaka L.).

Nama-nama dari bagian dasar bunga :

a. Pendukung tajuk bunga atau antofor (Anthophorum),
Yaitu dasar bunga tempat duduknya daun-daun tajuk bunga,seperti terdapat pada bunga anyelir (Dianthus caryophyllus L) 






 b. Pendukung benang sari atau androfor (Androphorum), yaitu bagian dasar bunga yang sering kalimeninggi atau memanjang dan menjadi tempat duduknya benang sari,misalnya pada bunga maman (Gynandropsis pentaphylla D.C)





c. Pendukung putik atau ginofor (Gymnophorum), suatu peninggian pada dasar bunga yang khusus menjadi tempat duduknya putik,seperti pada bunga teratai besar (Nelumbium nelumbo druce) dan cempaka (Michelia champaca L)










d. Pendukung benang sari dan putik atau androginofor (Androgynophorum), Bagian dasar bunga yang biassfanya meninggi dan mendukung benang sari dan putik di atasnya,misalnya pada bunga markisa (Passiflora aquadrangularis L).




e. Cakram (discus), disamping bagian-bagian tersebut diatas pada dasar bunga seringkali terdapat semacam peninggian atau bantalan berbentuk cakram yang seringkali mempunyai kelenjar-kelenjar madu,misalnya pada bunga jeruk (Citrus sp).






Bentuk Dasar Bunga

  Hiasan bunga dapat lebih tinggi atau lebih rendah letaknya dibanding dengan duduknya bakal buah,Berdasarkan sifat itu bunga dapat dibedakan dalam 3 golongan,yaitu:




a. Rata, semua bagian bunga duduk sama tinggi di atas dasar bunga,berturut-turut dari luar ke dalam: kelopak,tajuk bunga,benang sari,dan putik. Misalnya pada bunga manggistan (Garcinia mangostana L). Dalam keadaan yang demikian bakal buah dikatakan duduknya menumpang (superus).







b. Kerucut, putik yang berada ditengah-tengah duduknya paling tinggi,duduknya bakal buah dikatakan menumpang (superus).
c. Cawan, daun-daun kelopak dan tajuk bunga duduknya seakan-akan pada tepi bangunan seperti cawan tadi, sedang putik ditengah pada bagian dasar bunga yang lebih rendah letaknya daripada tempat duduknya kelopak dan tajuk bunga. Dalam hal ini putik mempunyai bakal buah yang bebas tidak berlekatan dengan pinggirnya dasar bunga. Bakal buah dikatakan menumpang (superus)
d. Bentuk mangkuk. Kelopak dan tajuk bunga lebih tinggi letaknya daripada putik. Bakal buahnya terletak di bagian dasar bunga yang legok dan sebagian bakal buah berlekatan dengan pinggir dasar bunga. Bakal buah dinamakan setengah tenggelam (semi inferus).


 Hiasan bunga dapat lebih tinggi atau lebih rendah letaknya dibanding dengan duduknya bakal buah,Berdasarkan sifat itu bunga dapat dibedakan dalam 3 golongan,yaitu:

1. Hipogin (hypogynus),hiasan bunga tertanam pada bagian dasar bunga yang lebih rendah daripada tempat duduknya putik, misalnya bunga johar (Cassia siamea L)
 




 2. Perigin (peryginus),letak hiasan bunga sama tinggi atau sedikit lebih tinggi daripada duduknya putik seperti pada dasar bunga yang berbentuk cawan,misalnya pada bunga bungur (Lagestroemia speciosa pers).





3. Epigin (epigynus),misalnya pada dasar bunga yang terbentuk mangkuk atau piala dengan bakal buah yang tenggelam, sehinggga seakan-akan hiasan bunga duduk dibagian atas bakal buah tadi,misalnya pada bunga daun kaki kuda (Centella asiatica urban).






Kelopak



Daun-daun hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar,biasanya berwarna hijau. Lebih kecil dan lebih kasar daripada hiasan bunga yang sebelah dalam. Bagian ini di sebut kelopak.
Kelopak merupakan bagian hiasan bunga yang masih jelas sebagian organ yang berasal dari daun,selain warnanya yang biasanya hijau, juga bentuknya banyak yang masih menyerupai daun. Jarang mempunyai bentuk yang lain. Seperti terdapat pada bunga yang termasuk suku Compositae.


  Kelopak tersusun atas bagian-bagiannya yang dinamakan daun kelopak (sepala). Pada bunga daun-daun kelopak mempunyai sifat yang berbeda-beda.
a. Berlekatan (gamosepalus), pada kelopak biasanya yang berlekatan hanya bagian bawah daun-daun kelopaknya saja,bagian atasnya yang berupa pancung-pancungnya tetap bebas.
   Menurut banyak sedikitnya bagian yang berlekatan (panjang pendeknya pancung-pancung di bagian atas kelopak), dibedakan 3 macam kelopak,yaitu:
1. Berbagi (partitus),jika hanya bagian kecil daun-daun saja yang berlekatan,pancung-pancungnya panjang,lebih dari separoh panjang kelopak.
2. Bercangap (fissus),jika bagian yang berlekatan kira-kira meliputi separoh panjangnya kelopak,jadi pancung-pancungnya kira-kira juga separohnya.
3. Berlekuk (lobatus),jika bagian yang berlekatan melebihi separoh panjang kelopak,jadi pancung-pancungnya pendek saja.
b. Lepas atau bebas (polysepalus), jika daun-daun kelopak yang satu dengan yang lain benar-benar terpisah-pisah,sama sekali tidak berlekatan.
   Bentuk kelopak yang bermacam-macam dapat dibedakan dalam 2 golongan,yaitu:
1. Beraturan atau aktinomorf (Regularis,actinomorphus),jika kelopak dengan beberapa cara dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup (simetris).kelopak yang beraturan meliputi kelopak-kelopak yang berbentuk :
   - Bintang              - Piala
   - Tabung              - Corong
   - Terompet            - Lonceng
   - Mangkuk
2. Setaangkup tunggal atau zigomorf (Zygomorphus). Kelopak yang bersifat demikian antara lain kita jumpai pada kelopak yang :
  
- Bertaji (Calcaratus), seperti terdapat pada bunga pacar air (Impatiens balsamina L )
   






- Berbibir (Labiatus), yaitu kelopak yang bagian bawahnya berlekatan berbentuk tabung atau buluh,bagian atasnya berbelah dua seperti bibir atas dan bawah. Misalnya pada bunga salvia (Salvia splendens ker-Gawl)







Kelopak biasanya berwarna hijau seperti daun biasa,tapi ada pula kelopak yang mempunyai warna menarik seperti tajuk bunganya,misalnya pada bunga asam (Tamarindus indica L ). Ada juga yang bersifat tebal,berdaging,dan dapat dimakan. Misalnya pada tumbuhan yang lazimnya dinamakan prambos, tetapi adalah sejenis rosela (Hibiscus sabdariffa).


Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (Carolla)
   Tajuk bunga atau mahkota bunga merupakan hiasan bunga yang terdapat di sebelah dalam kelopak,umumnya lebih besar dengan warna yang indah,menarik,dengan bentuk susunan yang bagus,tidak jarang pula mempunyai bau yang harum atau sedap (tetapi banyak pula yang sama sekali tidak berbau atau malahan mempunyai bau yang busuk seperti bangkai).
Tajuk berfungsi untuk melindungi alat-alat persarian (benang sari dan putik) sebelum persarian dapat berlangsung. Bagian-bagian tajuk bunga dinamakan daun tajuk atau daun mahkota (petala), dan seperti halnya dengan daun-daun kelopak, daun-daun mahkota bunga menunjukan sifat yang berbeda-beda pula :
 a. Berlekatan (sympetalus,gamopetalus,atau monopetalus). Dalam keadaan yang demikian,pada tajuk bunga dapat
   dibedakan 3 bagian:
    - Tabung atau buluh tajuk
    - Pinggiran tajuk
    - Leher tajuk
   Selain dari itu pada daun-daun tajuk dapat pula ditemukan alat-alat tambahan,misalnya sisik-sisik atau rambut-rambut.
b. Lepas atau Bebas (choripetalus atau polypetalus),jika daun-daun tajuk terpisah-pisah satu sama lain. Dalam keadaan
  demikian pada setiap daun tajuk dapat dibedakan:
  1. Kuku daun tajuk (Ungulus),ialah bagian bawah daun tajuk yang tidak lebar dan seringkali lebih tebal daripada
     bagian lainnya.
  2. Helaian daun tajuk (Lamina),yaitu bagian yang lebar dan biasanya tipis.
c. Daun-daun tajuk tidak ada atau sangat kecil sehingga sama sekali tidak menarik perhatian. Bunga tanpa tajuk bunga
   (Apetalus) seringkali dinamakan pula bunga telanjang (Flos nudus).
 Tajuk bunga pun seperti halnya dengan kelopak mempunyai bentuk yang bermacam-macam,dan berdasarkan simetrisnya
 dapat pula dibedakan dalam yang:
a. Beraturan (Regularis),bila tajuk bunga dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup dengan beberapa cara. bentuk Ini juga dinamakan polisimetris atau bersimetri banyak (regularis atau actinomorphus). 
b. Setangkup tunggal,bersimetri satu,atau monosimetris (Zigomorphus),jika tajuk bunga hanya dapat dibagi menjadi dua  bagian yang setangkup dengan satu cara saja.





Tajuk bunga yang beraturan meliputi bentuk-bentuk:



  1. Bintang (Rotatus atau Stellatus),Misalnya tajuk bunga lombok (Capsicum annuum L )


 

   2. Tabung (Tubulosus),Misalnya bunga tabung pada bunga matahari (Helianthus annuus L )
   






3. Terompet (Hypocrateriformis),misalnya bunga jantan pada papaya (Carcia papaya L )
  





 4. Mangkuk atau Buyung (Urceolatus)


5. Corong (Infundibuliformis),misalnya bunga kecubung (Datura metel L. )
  








 6. Lonceng (Campanulatus),misalnya bunga ketela rambut (Ipomoea batatas poir).







Tajuk bunga yang zigomorf mempunyai sifat atau bentuk yangkhas:


 

1. Bertaji (Calcaratus),yaitu jika tajuk bunga mempunyai suatu bagian yang bentuknya seperti taji pada kaki ayam jantan. Misalnya Bunga Larat (Dendrobium phalaenopsis fitzg).








2. Berbibir (Labiatus),jika tajuk bunga seakan-akan dibelah dua,sehingga tepinya merupakan dua bibir. Tajuk bunga ini terdapat pada jenis tumbuhan yang tergolong suku Labiate,misalnya: kemangi (Ocimum basilicum L).dan pada beberapa suku lainnya. 




3. Berbentuk seperti kupu-kupu (papilionaceus). Bunga ini mempunyai tajuk yang terdiri atas 5 daun tajuk yang bebas, tetapi 2 diantaranya lazim bersatu,merupakan suatu badan berbentuk sekoci atau perahu. Misalnya pada kacang tanah (Arachis hypogaea L.) 








4. Bertopeng atau berkedok (personatu), tajuk bunga mempunyai dua bibir seperti bunga yang berbibir,akan tetapi bibir yang bawah melengkung ke atas menutupi lubang buluh tajuk. Bagian bibir yang melengkung ke atas itulah yang dinamakan topeng atau kedok (palatum),seperti misalnya pada bunga mulut singa (Anthirrhinum majus L.)





5. Berbentuk pita (Ligulatus). Bagian bawah tajuk ini berlekatan merupakan buluh atau tabung yang kecil,bagian atasnya berbentuk pita (dengan pada ujungnya sering masih tampak 5 pancung-pancung),yaitu menunjukan,bahwa tajuk ini sesungguhnya terdiri atas 5 daun tajuk yang berlekatan menjadi satu. Bunga ini biasanya bunga yang mandul (tidak mempunyai alat kelamin). Misalnya bunga-bunga pinggir pada bunga matahari (Helianthus annuus L.)



Tenda Bunga (Perigonium)

  Tenda bunga adalah hiasan bunga yang tidak lagi dapat dibedakan mana kelopak dan dimana tajuknya,dengan lain perkataan kelopak dan tajuk bunga sama,baik bentuk maupun warnanya.
Bagian-bagian yang menyusun tenda bunga dinamakan daun tenda bunga (tepala),yang menurut bentuk dan warnanya dapat dibedakan dalam 2 golongan :
1. Serupa kelopak (Calycinus),jika warnanya hijau seperti daun-daun kelopak. Biasanya tak begitu besar dan tidak begitu menarik. Seperti terdapat pada bunga berbagai jenis palma (palmae).


 





2. Serupa tajuk (corolinus),warnanya bermacam-macam seperti warna tajuk bunga,biasanya lebih besar dan bentuknya seringkali amat menarik. Bahkan seringkali lebih menarik daripada tajuk bunga sesungguhnya. Bunga yang termashyur sebagi bunga yang amat indah dan mahal harganya,yaitu bunga anggerik (Orchidaceae). Adalah bunga mempunyai tenda bunga yang menyerupai tajuk bunga.



Bagian-bagian yang berupa daun-daun tenda bunga:

a. Berlekatan (Gamophyllus),tenda bunga yang berlekatan memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa seperti pada tajuk yang berlekatan (perihal tajuk bunga).
 









b. Lepas atau Bebas ( pleiophyllus) satu sama lain,misalnya pada kembang sungsang (Gloriosa superba).





Tajuk bunga dalam hubungannya dengan bentuk serta sismetrisnya berlaku pula untuk tenda bunga. Sehingga mengenai hal itu tidak perlu di ulang lagi,tetapi cukup untuk dibandingkan saja dengan sifat-sifat yang telah disebutkan mengenai tajuk bunga. Bentuk-bentuk seperti taji (Calcar) dapat pula ditemukan pada tenda bunga. Misalnya pada bunga larat (Dendrobium phalaenopsis fitzg).
  



Pertanyaan dan Jawaban :
1.      Bagaimana cara membedakan tenda bunga dengan mahkota  ?
Jawab :
Tenda bunga itu tidak jelas mana kelopak dan mahkotanya sehingga dalam suatu bunga seperti hanya terlihat satu warna maupun satu bentuk saja akan tetapi mahkota dapat ditentukan dengan warna yang paling dominan dan juga bentuk yang paling besar dibandingkan dengan kelopak.
2.      Mengapa mahkota bunga mempunyai warna yang berbeda ?
Jawab :
Karena mahkota bunga mengandung figmen ( zat warna ) yang memang sudah dimiliki oleh setiap tumbuhan untuk memberikan warna yang menarik pada setiap tumbuhan dan warna yang muncul merupakan warna yang paling dominan.
3.      Apa yang di maksud dengan dasar bunga sebagai pendukung cakram serta berikan contohnya ?
Jawab :
Dasar bunga yang mendukung cakram itu adalah dasar bunga yang seringkali terdapat bantalan yang menyerupai cakram contohnya bunga jeruk ( Citrus sp )
4.      Bagaimana proses metamorfosis daun menjadi bunga ?
Jawab :
Daun akan berubah atau bermetamorfosis menjadi bagian-bagian tumbuhan yang lain salah satunya menjadi bunga, perubahan ini diakibatkan adanya pengaruh dari lingkungan, dengan sejalannya waktu dan juga ada peran dari hormon yang dapat merubah daun menjadi bunga.