Nama : Ai Intan Permatasari
Nim : 14542011
Kelas : 1 B
Pembagian Bunga Majemuk
A. Bunga Majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa)
Yaitu bunga mejemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukungsuatu bunga, tampaknya seakan akan bunga majemuk ini tak berbatas, lagipula jika dilihat dari atas, Nampak bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir mekarnya ialah bunga yang menutup ibu tangkainya. Misalnya pada: kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) Swartz.), manga (Mangifera indica L.)
Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan berdasarkan:
1. Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya.
a. Tandan (racemus atau¬ botrys), jika bunga bertangkai nyata, duduk pada ibu tangkainya. Kita dapat pula mengatakan ibu tangkai bercabang, dan cabang-cabangnya masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya, misalnya pada kembang merak (Caesalpinia pulsherrima Swartz.).
b. Bulir (spica), seperti tandan tetapi bunga tidak bertangkai misalnya bunga jarong (Stachytarpheta jamaicensis Vahl.).
c. Untai atau bunga lada (amentum), seperti bulir, tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga- bunga yang berkelamin tunggal, dan runtuh seluruhnya (bunga majemuk yang mendukung bunga jantan, yang betina menjadi buah), terdapat misalnya pada sirih (Piper betle L.).
d. Tongkol (Spadix), seperti bulir, tetapi ibu tangkai besar, tebal, dan seringkali berdaging, misalnya pada iles-iles (Amorphophallus variabilis BI.), jagung (Zea mays L.), tetapi hanya bunga yang betina.
e. Bunga Payung (umbrella), yaitu suatu bunga majemuk tak berbatas yang dari ujung ibu tangkainya mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjangnya. Masing-masing cabang mempunyai suatu daun pelindung pada pangkalnya, dan karena pangkal daun sama tinggi letaknya, maka tampak seakan-akan pada pangkal cabang-cabang tadi seperti terdapat daun-daun pembalut. Bunga paying terdapat pada tumbuhan suku Umbelliferae, misalnya dun kaki kuda (Centella asiatica Urb.)
f. Bunga Cawan (corymbus atau anthodium), yaitu suatu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya lalu melebar dan merata, sehingga mencapai bentuk seperti cawan (ada pula kalanya tidak begitu lebar dan rata, sehingga bentuk cawan tidak begitu nyata), dan pada bagian itulah tersusun bunga-bunganya. Pada pangkal bunga majemuk yang demikin ini biasanya terdapat daun-daun pembalut (involucrum). Bunga cawan terdapat du macam, yaitu bunga pita (bunga mandul yang mempunyai mahkota berbentuk pita, dan terdapat di tepi cawan) dan bunga tabung (berbentuk tabung dan dan terdapat di atas cawannya).
g. Bunga Bongkol (capitulum), suatu bunga majemuk yang menyerupai bunga cawan, tetapi tanpa daun-daun pembalut dan ujung ibu tangkai biasanya membengkak, sehingga bunga majemuk seluruhnya berbentuk bola. Misalnya lamtoro (Leucaena glauca Benth.), petai (Parkia speciosa Hassk.), putri malu (Mimosa pudica).
h. Bunga periuk (hypanthodium). Bunga ini dapat dibedakan dalam dua bentuk yaitu:
- Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, mempunyai bentuk seperti gada, sedang bunga-bunganya terdapat meliputi seluruh bagian yang menebal tadi sehingga tercapai bentuk bulat atau silinder. Misalnya Klewih (Articarpus communis), nangka (Artocarpus heterophylum)
- Ujung ibu tangkai menebal,berdaging, membentuk badan yang menyerupai periuk, sehingga bunga- bunga yang semestinya terletak padanya lalu terdapat di dalam periuk tadi dan sama sekali tak tampak dari luar. Misalnya awar-awar (Ficus septica Burm.)
2. Ibu tangkai bercabang-cabang, dan cabang-cabangnya dapat bercabang lagi, sehinggga bunga- bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya.
a. Malai (panicula), ibu tangkainya mengadakan percabangan secara monopodial, demikian pula cabang-cabangnya, sehingga suatu malai dapat disamakan dengan suatu tandan majemuk. Secara keseluruhan seringkali memperlihatkan bentuk sebagai kerucut atau limas, misalnya bunga manga (Mangifera indica L.).
b. Malai rata (corymbus ramosus), ibu tangkai mengadakan percabangan, demikian pula seterusnya cabangnya, tetapi cabang-cabang tersebut mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga seakan-akan semua bunga pada bunga majemukini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung misalnya bunga soka (Ixora grandiflora Zoll. Et Mor.)
c. Bunga Payung Majemuk (umbrella composita), yaitu suatu bunga paying yang bersusun, yang bagian-bagiannya berupa suatu paying kecil (umbellula). Pada pangkal percabangan yang pertama terdapat daun-daun pembalut (involucrum), demikian pula pada pangkal percabangan yang berikutnya, hanya daun-daunnya lebih kecil (involucellum. Misalnya pada wortel (Daucus carota L.).
d. Bunga tongkol majemuk, yaitu bunga tongkol, yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan seperti tongkol pula, misalnya pada kelapa (Cocos nucifera L.).
e. Bulir majemuk, jika ibu tangkai bunga bercabang-cabang dan masing-masing cabang mendukung bunga-bunga dengan susunan seperti bulir, misalnya bunga jagung (Zea mays L.).
B. Bunga Majemuk Berbatas (Inflorescentia cymosa)
Yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai memunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat bercabang-cabang dan cabang-cabang tadi seperti ibu tangkainya juga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya. Pada bunga majemuk yamg berbatas, bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangkainya, jadi dari tengah ke pinggir (jika dilihat dari atas) oleh sesbab itu dinamakan inflorescentia centrifuga.
Melihat jumlah cabang pada ibu tangkai, bunga majemuk berbatas dibedakan lagi dalam tiga macam:
1. Yang bersifat: “ monochasial”, jika ibu tangkai hanya mempunyai satu cabang, adakalanya lebih (dua cabang), tetapi tidak pernah berhadapan dan yang satu lebih besar daripada yang lainnya. Cabang yang besar selanjutnya seperti ibu tangkai setiap kali hanya mengeluarkan satu cabang saja. Bunga majemuk semacam ini ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan yang berbiji tunggal (monoctyledoneae), kapas (Cossypium sp).
2. Yang bersifat: “Dichasial”, jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan, terdapat pada tumbuhan dengan bunga berbibir (Labiatae).
3. Yang bersifat: “pleiochasial”, jika dari ibu tangkai keluar lebih dari dua cabang pada suatu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi, misalnya pada bunga oleander (Nerium oleander L.)
Bunga majemuk berbatas dapat dibedakan menjadi beberapa tipe diantaranya:
1. Anak payung menggarpu (dichasium). Pada ujung ibu tangkai terdapat satu bunga. Dibawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya, masing-masing mendukug satu bunga pada ujungnya. Bunga yang mekar dahulu ialah bunga yang terdapat pada ujung ibu tangkainya, seperti misalnya bunga melati (Jasminum sambac Alt. )
2. Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus), yaitu suatu bunga majemuk yang ibu tangkainya bercabang dan selanjutnya, cabang-cabangnya bercabang lagi, tetapi setiap kali bercabang hanya terbentuk satu cabang saja, yang arahnya berganti-ganti ke kiri dan ke kanan. Bunga yang demikian ini antara lain terdapat pada buntut tikus (Heliotropium indicum L.)
3. Bunga sekrup (bostryx), ibu tangkai bercabang-cabang, tetapi setiap kali bercabang juga hanya terbentuk satu cabang, yang semuanya terbentuk ke kiri atau ke kanan dan cabang yang satu berturut-turut membentuk sudut sebesar 900, sehingga jika kita mengikuti arah percabangan kita akan mengadakan gerakan seperti sekerup atau spiral, misalnya bunga kenari (Canarium commune L.)
4. Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekrup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit, terdapat pada tumbuhan suku Juncaceae.
5. Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga bercabang seling, semua percabangan terletak pada satu bidang dan cabang tidak sama panjaang, sehingga semua bunga pada bunga majemuk itu terdapat pada tempat yang sama tingginya, terdapat antara lain pada tumbuhan suku Iridaceae.
Pertanyaan dan jawaban
:
1. Penjelasan bunga berbatas dan tidak
berbatas ?
Jawab : Bunga berbatas mempunyai ibu tangkai
tidak bercabang akn tetapi bunganya memiliki tangkai, pemekaran bunganya dari
bawah ke atas sehingga ujung ibu tangkainya akan tumbuh terus sampai membentuk
buah. Bunga tak berbatas mempunyai ibu tangkai yang bercabang dan cabangnya
juga mengeluarkan cabang lagi sehingga pertumbuhan ibu tangkainya berbatas dan
pemekaran bnganya pun dari atas ke bawah.
2. Apa fungsi daun pembalut ?
Jawab : Daun pembalut adalah daun pelindung
atau sejumlah daun yang melindungi bunga dalam suatu lingkaran dalam keadaan
kuncup.
3. Bagaimana proses penyerbukan bunga
periuk ?
Jawab : Proses penyerbukan bunga periuk berada
didalam karena terdapat putik dan benang sari (pendek dan panjang) sehingga
dapat melakukan penyerbukannya di dalam, benang sari yang panjang akan dapat
bertemu dengan putik dan menghasilkan bakal biji, terdapat juga lubang yang
dijadikan sebagai pertukaran karbondioksida dan oksigen untuk membantu
penyerbukannya.
4. Mengapa
jagung dapat dikatakan sebagai bunga ?
Jawab : Karena
jagung itu berawal dari bunga jantan yang berbentuk bulir sehingga tidak dapat
dibedakan antara mahkota dan kelopaknya yang disebut tenda bunga.











Keren lah blog baru...
BalasHapusKunjungi blog ab atuh, srimasfuroh5.blogspot.com